Minggu, 09 Januari 2011

KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG TUA DALAM AL QURAN

A. Pendahuluan
            Orang tua merupakan orang yang sangat berjasa bagi seorang anak. Mereka telah membesarkan, merawat dan mengasuh anak-anak yang mereka cintai. Mereka mendidik anak-anak mereka sehingga tak ada satu orang anak pun yang terlantar dibumi ini.
            Seorang ibu yang telah melahirkan seorang anak, tanpa pamrih memberikan kasih sayang yang melimpah ruah dan menjadi tempat akan mengadu. Seorang ayah yang telah bersusauh payah menghidupa keluarga, memberi nafkah anak-anaknya dengan segala keringat yang dicucrkan tak pernah merasa rugi dan pamrih.
            Namun, sangat disayangkan, ketika kedua orang tua begitu bersusah payah demi anaknya, namun mereka malah durhaka terhadap orang tua.
            Bagaimanakah akhlak sorang anak yang harus ditunjukkan kepada orangtuanya dalam Al Qur’an.
B. Surat Lukman Ayat 12-15

Terjemah Surat Lukman 12-15

Dan  sesungguhnya  telah  Kami  berikan  hikmat  kepada  Luqman,  yaitu: "Bersyukurlah  kepada  Allah.  Dan  barangsiapa  yang  bersyukur , maka  sesungguhnya  ia  bersyukur  untuk  dirinya  sendiri;  dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".(12)
Dan  ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan  adalah benar-benar  kezaliman  yang besar".(13)
Dan Kami perintahkan kepada manusia  kepada dua orang ibu-bapanya;  ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun  . Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(15)

C. Pendidikan yang diberikan kepada Anak

Di dalam ayat tersebut diceritakan bahwa pada zaman dahulu ada hamba Allah yang saleh, bernama Lukman. Menurut Tafsir Jalalain, Lukman adalah seorang Mufti (Pemberi Fatwa) yang hidup sebelum Nabi Daud As. Sedangkan menurut tafsir Munir, Lukman adalah anak dari Baura Ibn Azar, Yaitu anak saudara perempuan Nabi Ayyub As. Dia diberikan hikmah, yaitu pengetahuan yang mendalam tentang sistematika berfikir, kepandaian dalam berbicara, dan kebersihan hati. Dalam dirinya terpadu kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Sehingga pantas dirinya diabadikan dalam Al Quran. Dalam kehidupan Rumah Tangganya, beliau termasuk seorang bapak yang gigih dalam mendidik anak-anaknya.
Pada QS Lukman ayat 12  terdapat perintah Allah untuk bersyukur kepada Allah, karena pada dasarnya bersyukur itu adalah untuk manusia itu sendiri, bukan untuk Allah SWT.
Pendidikan pertama yang ditanamkan kepada anaknya adalah tentang keimanan dan tauhid kepada Allah sebagaimana tercantum dalam surat Lukman ayat 13, yaitu:

Artinya: “Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kezaliman yang paling besar.”

 Selanjutnya adalah perintah untuk berbuat baik kepada ibu bapak, keduanya wajib dihormati, karena keduanyalah yang telah bersusah payah dalam mengurus dan membesarkan kita. Terutama ibu, dia telah mengandung dengan susah payah selama sembilan bulan lamanya, kemudian menyusui, dan mengasuhnya sampai kita dewasa. Sebagaimana dalam Surat Lukman ayat 14. bahkan dijelaskan dalam ayat lain yaitu pada surat Al Isro ayat 23 bahwa mengatakan ‘ah’ pun kita tidak boleh terhadap kedua orang tua.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang  mulia .”


Pelajaran berikutnya adalah bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada kaedua ibu bapak, sesuai dengan potongan ayat berikut:

Artinya: “….bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepadaKulah tempat kembalimu………”

Setiap kita wajib untuk taat dan patuh kepada kedua ibu bapak, karena disamping kita berhutang budi kepada keduanya, juga merupakan perintah Allah SWT. Namun, jika kedua ibu bapak kita memaksa kita untuk berbuat syirik (mempersekutukan Allah) atau menyuruh berbuat sesuatu yang melanggar aturan-aturan Allah SWT, maka tidak wajib wajib bagi kita untuk mentaati perintah keduanya. Namun tetap kita wajib bergaul dan memperlakukan ibu bapak kita di dunia dengan baik. Sebagaimana firman Allah SWT.

Artinya: “…dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya di dunia dengan baik ……”









D. Kesimpulan
Jadi, kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua  yaitu:
  1. mendapat pengajaran tentang keimanan dan tentang tauhid kepada Allah
  2. berbuat baik terhadap ibu bapak karena keduanya telah bersusah payah mengurus anak-anaknya.
  3. bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada kedua orang tua.
  4. selalu mentaati perintah orang tua bila sesuai dengan aturan-aturan Allah namun bila tidak sesuai maka jangan mengikuti perintahnya namun tetap berbuat baik terhadap mereka.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar