Jumat, 04 Maret 2011

ILMU Jiwa Belajar

ILMU JIWA BELAJAR


A. Pendahuluan
B. Mengenal Hakikat Ilmu Jiwa Belajar
Pengertian Ilmu Jiwa Belajar
Belajar membutuhkan suatu kegiatan yang sifatnya aktif dan dilakukan secara sadar. Hanya memegang buku saja belum dapat diartikan belajar bila seseorang tidak mempelajarinya secara aktif. Tetapi tidak semua perubahan merupakan hasil belajar. misalnya perubahan yang disebabkan karena pertambahan usia, penyakit yang diderita seseorang, kecelakaan dan sebagainya.
Menurut W S Winkel belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan tersebut bersifat relatif konstan atau tetap dan berbekas.
Ilmu Jiwa Belajar dipersepsikan sama dengan Psikologi Belajar adalah sebuah disiplin atau cabang ilmu psikologi yang berisi teori-teori psikologi mengenai belajar. Yaitu teori-teori yang khusus mengupas cara individu belajar atau melakukan pembelajaran.
Ilmu Jiwa Belajar  (Psikologi Belajar) PAI  adalah sebuah disiplin atau cabang ilmu psikologi yang berisi teori-teori psikologi mengenai belajar yang terkait dengan Pendidikan Agama Islam.


A.     Pengertian Ilmu Jiwa Belajar
Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental
PENDAHULUAN
nSecara historis studi ilmiah tentang belajar dilakukan oleh psikolog.
nDipelopori oleh ahli-ahli seperti Ebbinghaus (1885), Bryan dan Harter (1897, 1899) dan Thorndike (1898).
nBanyak Psikolog membuat pengakuan eksplisit bahwa belajar merupakan hal sentral dalam mempelajari tingkah laku (Hilgard, 1956), didukung oleh Tollman, Guthrie dan Hull.    
Pengaruh Pra Psikologi Terhadap
Studi Belajar
nFilsafat:
            Objek studi dari para filosof adalah peranan pikiran individu dalam mempersepsikan dunianya.
            Aristoteles : belajar itu melalui asosiasi
            Tiga hukum asosiasi :    contiguity, similarity dan law of contrast.
nPsikologi Belajar Sebagai Ilmu Pengetahuan :
            Psikologi belajar menggunakan pendekatan ilmiah untuk studi perilaku. Kesimpulan kesimpulan psikologis harus berdasarkan hasil observasi yang tepat dan objektif.

           


Penelitian Awal tentang Studi Belajar
nHerman Ebbinghaus: penelitian mengenai ingatan terhadap nonsense sylabels.
            Variabel yang mempengaruhi ingatan: waktu, tipe dan jumlah materi, pengalaman.
n“Sistem” Psikologi
            Sistem Psikologi menjelaskan perilaku secara komprehensif sedangkan Teori Psikologi menjelaskan sebagian perilaku.
            Sistem-sistem Psikologi :
            a. Strukturalisme                       d. Behaviorisme
            b. Fungsionalisme                     e. Psikologi gestalt
            c. Asosiasionisme                     f. Psikoanalisa

1.            Pengertian Ilmu Jiwa Belajar :
2.            Ruang lingkupnya antara lain adalah  Mengungkapkan hakekat umum belajar PAI dan syarat-syarat yang diperlukan  agar peristiwa belajar PAI tersebut berjalan dengan baik.
3.            Objek  Ilmu Jiwa Belajar  (Psikologi Belajar) PAI adalah :
a.       Proses perkembangan peserta didik dihubungkan dengan belajar PAI.
b.      Proses belajar PAI peserta didik.
4.            Hubungan perkembangan dengan belajar.
-          Perkembangan berbeda dengan pertumbuhan.
Perkembangan (development) adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi oragan-organ jasmaniah (penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik).
Pertumbuhan  (growth) hanya terjadi hingga manusia mengakhiri hayatnya.
-          Proses perkembangan mempunyai keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa. Proses-proses perkembangan tersebut meliputi :
a.       Perkembangan motorik (proses perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skill).
b.      Perkembangan kognitif (cognitive development), proses perkembangan fungsi intelektual;
c.       Perkembangan social dan moral (social and moral development), proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan objek lain, baik sebagai individu maupun kelompok.         
-          Tahapan Perkembangan Kognitif Anak
a.      Sensory-motor                                     Usia     0 – 2 tahun
         -  Primitif (hanya meniru perilaku terbuka, tanpa berpikir)
         -  Tidak memahami apa yang diperbuat. Contoh : Apabila lapar maka ia menangis.
b.      Pre-operasional                                                2 – 7 tahun
         -  Ranah cipta sudah mulai berperan walaupun masih sangat terbatas
         -  Masih melakukan peniruan, tetapi sudah mulai tertunda
         -  Mampu belajar dengan menurut kemampuan akal.
         -  Memiliki ego sentries yang tinggi.
         -  Cenderung masih sangat subjektif dalam penilaian.


c.      Concrete-operational                            7 – 11 tahun
-     Pada usia ini sudah memiliki satuan langkah berpikir (system of operations) dan system operasional kognitif, meliputi :
      * Conservation (pengekalan) yaitu sudah memahami volume dan jumlah.
* Addition of Classes (penambahan-penambahan golongan benda), sudah dapat membedakan kualitas dan kuantitas suatu benda yang sama.
* Multiplication of classes ( pelipat gandaan golongan benda ), kemampuan menggabung untuk meunculkan suatu hal yang baru dari suatu objek. 

d.      Formal-operational                                           11 – 15 tahun (dewasa)
-          Sudah mampu mengkoordinasikan sesuatu baik secara serempak maupun berurutan.
·        Kemampuan menggunakan hipotesis yang relevan dengan lingkungannya;
·        Kemampuan menggunakan prinsip-prinsip abstrak ; seperti ilmu agama, matematika, dll.
5.                  Hakikat hidup beragama bagi kejiwaan adalah memiliki jiwa yang tenang.
*  Jiwa yang tenang adalah modal utama  kekuatan cipta, rasa dan karsa.
*  Jiwa yang tenang akan melahirkan sikap bijaksana
*  Agama Islam mengarahkan manusia untuk bertauhid, dan Tauhid akan mempersatukan  seluruh kekuatan yang dimiliki oleh manusia.
*  Dengan jiwa Tauhid akan melatih berpikir secara benar karena dilandasi oleh kebenaran. Contoh : Pekerjaan sholat apabila dilakukan dengan benar, maka merupakan latihan untuk menjauhi maksiat.
6.                  FITHRAH adalah potensi dasar manusia yang dapat memaksimalkan : Ethika/moral, intelektual, cultural dan spiritual.
-          Fithrah adalah Hanif yang merupakan kebahagiaan sejati.
-          Fungsi Fithrah adalah :
·        Essensi yang membentuk manusia
·        Membedakan manusia dengan makhluq lain.
-          Pendidikan adalah suatu upaya untuk mmengoptimalkan potensi dasar  manusia (fithrah).
-          Pendidikan Islam mempunyai 3 (tiga) unsure dasar, yaitu :
·        Sistemik ( tertstruktur );
·        Simultan ( terus menerus )
·        Relasional ( Saling terkait antara satu dengan yang lain).
BAB I. MENGENAL HAKIKAT ILMU JIWA BELAJAR

A. Pengertian Ilmu Jiwa Belajar
Belajar membutuhkan suatu kegiatan yang sifatnya aktif dan dilakukan secara sadar. Hanya memegang buku saja belum dapat diartikan belajar bila seseorang tidak mempelajarinya secara aktif. Tetapi tidak semua perubahan merupakan hasil belajar. misalnya perubahan yang disebabkan karena pertambahan usia, penyakit yang diderita seseorang, kecelakaan dan sebagainya.
Menurut W S Winkel belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan tersebut bersifat relatif konstan atau tetap dan berbekas.
B. Tujuan dan Skop Ilmu Jiwa Belajar
Berbagai teori atau konsep proses belajar secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua kelompok yang berpangkal pada dua model mengenai manusia yaitu:
- model manusia menurut tradisi Locke
Model manusia menurut tradisi Locke merupakan orientasi behavioristik yang melahirkan teori-teori behavioristik - elementaristik. Pada dasarnya orientasi behavioristik memandang manusia sebagai organisme yang pasif, yang dikuasai oleh stimulus-stimulus yang terdapat dalam lingkungannya.
- model manusia menurut Leibnitz
Model manusia menurut Leibnitz merupakan orientasi fenomenologis, yang melahirkan teori-teori kognitif-wholistik. Orientasi fenomenologis menganggap manusia sebagai sumber dari semua kegiatan.
C. Arti Penting Belajar
- arti penting belajar bagi perkembangan manusia
Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan bahasa dan makna yang terkandung dalam belajar. disebabkan oleh kemampuan berubah karena belajarlah, maka manusia dapat berkembang lebih jauh dari makhluk lainnya, sehingga ia terbebas dari kemandekan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi.
- arti penting belajar bagi kehidupan manusia
Belajar juga memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia atau bangsa di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat di antara bangsa lain yang lebih dahulu maju karena belajar.
           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar